Bukankah Bahagia Itu…

Aku ingin membasuh wajahmu dari debu berwarna yang sengaja engkau taburkan, lalu menggenggammu menuju cermin untuk menyaksikan kekuranganku, beserta kepingan kaca yang satu persatu ku lekatkan di sekujur raga dan bathinmu.

Bukankah bahagia itu engkau dan aku ?

Waktu dan langkah kita adalah huruf-huruf yang berpadu menyusun sebuah kisah perjuangan yang tak akan diterbitkan. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s