25 Juni

hujan menari-nari di punggung jalanan kota kecil yang senyap kala bulan sedang bersahaja. nyanyian kodok gempal memenuhi sunyinya kamar yang berpagar hamparan sawah menguning. sendunya hujan bulan juni sapardi menyelimuti suasana yang setengah hadir dan setengah gelisah. mataku terpejam, ragaku di bawa melayang bersama lantunan nada swara penyanyi maluku kediaman negeri kincir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s