Hanya Abu-Abu

pangkal kakimu yang lembut berjalan lemah menuju lautan berwarna keemasan terbias api senja. dari tepian tebing aku menatap rambutmu yang terhempas angin dari selatan. ku kira, ada rintih yang tenggelam dalam debur ombak.

aku melihat banyak warna, dan hanya abu-abu yang mengalir dari matamu.

engkau menitipkan salam perpisahan pada langit merah, menyatu dengan Ibu. kicau burung menutup sakramen terakhir yang kau persembahkan. hanya tinggal aku yang terhanyut, dan engkau yang berbahagia.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s