Kepada Lara

telapak kakimu menyisakan bercak lumpur mengering, sehabis kau menari di bawah hujan sendu di halaman rumah. tampak dari raut wajahmu kesan tak rela akan perpisahan dengan hujan yang di bawa wajah pelangi.

aku membawakanmu secangkir kopi lintong, pasangan akur tembakau yang kau sesap dengan kurang nikmat. masih ada kah keraguan dalam benakmu ? kenapa tak kau hayati sorot mataku dalam bayang-bayang ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s