Ruang

kamis sore nanti, aku menyediakan dunia di balik ruangan berpintu merah, tepat seperempat waktu menuju malam. biarkan aku memejamkan matamu dengan kecupan, dan membuatmu terjaga dalam fana. 

lupa sesaat, dalam diam kerinduan liat berteriak terbata-bata. di bawah rembulan, tubuhmu lembah ragaku. jiwaku, melambung di antara tanda tanyamu. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s