Matilah Hari Ini

jika bukan hidup untuk hilang, maka demi apa engkau terkungkung di lembah fana ? sadar tak semata kebetulan, langkah yang menjadikannya hadir, membukakan pintu dari lorong sunyi yang kotor dan hina, yang jadi alasan bagimu mempertahankan angin sebagai pertanda keabadian yang tak akan pernah engkau gapai.

kita hanya sapuan debu, yang segera di hempaskan angin ke padang penantian, dimana aku adalah dirimu, dan kita tak mampu saling bertatap. jejak-jejak yang entah milik siapa jadi panduan bagi kita melalui gersang dan terik jalan, tanpa air, tanpa bantuan. hanya sepi yang mengalir dalam nadimu sedang bernyanyi, menatap sendu keriuhan dalam hening yang kita tak pernah mampu taklukkan.

rumahmu bertiang akar beringin, sulukmu berpintu lembaran papan yang masih basah oleh air mata istrimu, dan jubah mewah berwarna cerah yang kemudian pudar karena dosa-dosamu.

adakah satu orang saja yang punya jawaban perihal tujuanku ?

seakan sore bukan milikmu, dan senja enggan menyapa engkau yang telah terlelap di kursi goyang tua di serambi rumah, dan cangkir kopimu yang kembali penuh dialiri darah baumu, dan anak-anakmu yang bertanya kapan engkau bangun dalam ketidaktahuannya.

adakah satu orang saja yang punya jawaban perihal tujuanku ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s