Berbahagialah Menjadi Gila

berbahagialah menjadi gila

aku ingin bertelanjang dada dan berkain Ulos, bernyanyi riang sembari menyusuri jalan tanpa pernah tidur. aku ingin menenggak tuak dan menjadi ceria, menyapa lalu lalang manusia yang tak berjiwa dengan siul bernada rindang, dan mengedipkan mata kepada yang aku pernah kenal.

aku ingin membakar tabah tubuhku, menjadikan udara makanan bagi perutku dan menjadikan nasi alasan untuk menangis.

aku ingin di buatkan tongkat dari kayu bagot berukiran gorga, lalu meminta bapak memukuliku, menghancurkan rusukku, dan menyobek kulit badanku agar darah hina mewarnai tongkat pusahaku, dan meminta ibu menampung tetes darah yang masih mengucur dari tembok jantungku dengan mangkuk yang biasa ku pakai makan, lalu menjadikannya tinta untuk menulis namaku di batu nisan makamku.

aku ingin menabuh gondang di tepian Aek Sigeaon, menangis, terisak, dan menjerit-jerit, sebagai persembahan atas cinta yang tak henti di lontarkan Debata.

aku ingin berhutang umur kepada Pencipta dan ku beri kepada ibu bapakku, hingga waktu kami akan berjalan-jalan bersama di daratan yang terbuat dari butir-butir cahaya.

berbahagialah menjadi gila, karena aku tak ingin menjadi siapa-siapa, aku tak ingin menjadi apa-apa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s