Perihal Nama

“lindungi daku, Ya Allah ku”

begitulah permintaan terakhir di penghujung gerbang menuju fana, sebagai mohon restu atas awal pengembaraan, lalu sebuah harapan datang padanya sehabis adzan di kumandangkan seorang pria tampan yang baru saja menyandang gelar bapak.

bersamaan jerit tangis anak itu, butir air mata sang ibu mengucur atas pertanda selesainya perih dan mula tumbuh sayap di punggungnya, pemberian untuk malaikat surga yang baru.

di sekitar ranjang kecil berlumur darah

semesta mengucapkan selamat datang

di iringi riuh-riuh suara tak terdengar lelaki tua dengan langkah tergopoh-gopoh, berteriak dengan nafas berat pertanda kedatangan yang tergesa-gesa. segera di mintanya si anak dari pelukan si bapak, di gendong dengan tangan kiri renta sementara tangan kanannya mengusap kepala si bayi setelah dilumuri liur ajaibnya dan diberi salawat dalamnya.

“kelak dia jadi pejabat”, ujar sang kakek yang tegas wajahnya berubah seketika menjadi menawan, menampilkan senyum yang jarang ia perlihatkan.

lalu doa-doa di panjatkan berbagai suara mengiringi langkah pengembara baru, memenuhi janji-janji dan mengarungi dunia yang tak pernah nyata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s