Bukan Inginku

saat cakrawala mulai memerah

membakar mega dengan api yang tak penuh

-menyala

aku di antara barisan pinus

yang menjulang menusuk langit

 

angin mengajakku kembali

menapakkan kaki pada tanah lembab

yang masih beraroma hujan

 

aku

ingin menantang malam kali ini

berdebat dengan rembulan perihal hari esok

yang padahal semesta saja takkan tahu apa

 

aku tetap termenung

meratapi yang tak patut diratapi

meratapi ketiadaan yang menyatakan diri di hadapan

meratapi aku yang palsu

sketsa dari ingin-ingin banyak swara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s