Setetes Rindu

di sudut bibir daun pohon hujan itu

bergelantung setetes rindu

sisa dingin sepi malam

segera menggapai pelukan tanah

yang menanti sejak kemarin sore

 

di sudut bibir daun pohon hujan itu

bergelantung setetes rindu

membias sinar fajar

membuat rona permata

yang terlepas dari himpitan luka-luka

 

di sudut bibir daun pohon hujan itu

bergelantung setetes rindu

yang akan terus menerus kembali

dibawa rinai-rinai hujan

hingga musim berganti kemarau

 

di sudut bibir daun pohon hujan itu

bergelantung setetes rindu

wujud doa-doa sendu

yang dititipkan sang penyair tiap subuh

untuk kekasih dalam lamunan

 

di sudut bibir daun pohon hujan itu

bergelantung setetes rindu

yang menguap dibawa angin

melewati segala penjuru

hingga sampai di pangkuan wanita itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s