Hari Pusaka

di tanah ini, darahku deras mengalir

jiwaku bergelora

ganas               -membara

 

di ujung nadi, di pusat garis Khatulistiwa

ruhku terpancang dalam menembus inti bumi

mengoyak-ngoyak biru angkasa

 

namun,

di hadapan Ibu Pertiwi aku bercerita pilu

sebab sendu terkisah dari negeri

melihat semunya arti merdeka

yang tujuh puluh kali sudah dipuja-puja

yang tujuh puluh kali sudah berkibar gagah Sang Saka

 

setarik garis bujur arah timur tiang bendera Istana,

di bawah redup senyum mentari senja

ribuan jiwa menanti ajal sebab perutnya belum merdeka

sedang ribuan hasta di utara,

sebuah negeri megah, dibangun dari kandung tanah mereka

 

di tanah inti Mataram

gemah ripah loh jinawi sebatas angan

raga tiada harga

akal tak dipunya Manusya

ku dengar…

pembunuhan dan pemerkosaan membabi-buta

 

Merdekalah bangsaku

Merdekalah negeriku

hingga di ujung nafas ini, Merah Putih Sang Garuda kujunjung tinggi

berbahagialah Ibu Pertiwi

setidaknya hari ini…saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s