Setelah Lelap

kala, getir datang

merasuk, menyontak kantuk berbayang

bisik-bisik malam mengajak pergi

terhuyung kaki menapak, menuju

 

mata ku buka, jiwa ku lepas

angin bawa deru-deru gelisah

gelap cerita akan sunyi

kala sendiri, nanti

 

rembulan enggan bicara

sembunyi dalam gulita

jangkrik bernyanyi tentang

ku dengar, kebodohan manusia

 

apa yang disembunyikan risau ?

 

aku tanya fatamorgana :

“di mana lagi yang bukan engkau ?”

bumi berkata :

“kala bangun setelah lelap”

 

ku ajak mata terpejam

ku persilahkan dingin mendekam

menunggu cahaya membawa

ke sudut lembut Penciptaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s